Suami Bunda Marah-Marah? Jangan Dilawan! Lakukan Ini Saja!

Suami Bunda Marah-Marah? Jangan Dilawan! Lakukan Ini Saja!

cara menyikapi suami pemarah – Suami Bunda suka marah-marah dan bikin seisi rumah gaduh?
Jangan dilawan secara langsung ya.
Lho, kok jangan? Padahal kita juga ikutan emosi lho!

Benar, pastinya tidak menyenangkan melihat suami kira hobi marah-marah. Masalah kecil saja bisa jadi bahan omelan.
Akan tetapi, bila Bunda turuti emosi Bunda dengan ikut marah, situasi justru makin runyam dan masalah tidak akan selesai.

Karena itu, Bunda bisa lakukan beberapa tips berikut ini.

Lakukan Olah Nafas

Tenangkan diri Bunda dengan mengambil nafas dan menghembuskannya perlahan secara teratur.
Daripada meladeni kemarahan suami, lebih baik Bunda fokus saja untuk mengelola emosi Bunda sendiri agar tetap tenang.
Dengan tidak terpancing emosi, setidaknya Bunda sudah membantu mencegah pertengkaran dan api kemarahan yang lebih besar.

Menjauh Sebentar

Bila Bunda masih kesulitan untuk tenang di dekat suami, Bunda bisa menjauh sebentar.
Bunda bisa pamit ke toilet sebentar, atau bilang bahwa Bunda sedang ada keperluan sebentar.
Setelah Bunda berhasil menjauh dan menghindar dari suami, tenangkan diri Bunda dan tata emosi.
Ketika Bunda sudah merasa lebih nyaman dan rileks, Bunda bisa kembali menemuinya lagi.

Posisikan Diri di Samping Suami

Jangan berhadap-hadapan dengan suami, karena itu menyiratkan “perlawanan” Bunda secara tidak sadar.
Ambil posisi di sebelahnya, tak peduli dalam kondisi berdiri atau pun duduk.
Dengan demikian, secara bawah sadar, suami akan merasa bahwa Bunda “ada di pihaknya”.
Ini dapat memperkecil peluang membesarnya konflik.

Berikan Sentuhan Lembut di Punggung Suami

Sentuhan lembut di punggung atau pundak suami beberapa kali dapat membantu otaknya mengeluarkan hormon-hormon penenang seperti dopamin, endorfin, dan serotonin.
Dengan begitu, dia akan lebih terbantu untuk menurunkan kemarahannya pada Bunda.
Berikan sentuhan setidaknya sebanyak 4 kali di pundak, punggung, atau bahunya.

Alihkan Kemarahannya

Bila suami dalam kondisi berdiri, ajak dia untuk duduk.
Kemudian, alihkan amarahnya semisal dengan menyuguhi makanan atau minuman untuk suami.
Atau, Bunda juga bisa mengalihkan bahan pembicaraan ke yang lebih ringan, seperti acara TV, konten medsos, aktivitas anak-anak, dan sebagainya.

Itulah tadi beberapa cara menyikapi suami pemarah yang bisa Bunda praktikkan di rumah.
Bila semisal Bunda merasa kesulitan menjalankannya, mungkin karena faktor lain, semisal aura suami saat ini masih suram dan perlu dibersihkan, silakan konsultasikan dengan Bunda Ayu Puspita melalui WA di nomor +62 811-2787-915.

Semoga bermanfaat, sampai jumpa di artikel berikutnya.

BACA JUGA:

cara menyikapi suami pemarah – Suami Bunda suka marah-marah dan bikin seisi rumah gaduh?
Jangan dilawan secara langsung ya.
Lho, kok jangan? Padahal kita juga ikutan emosi lho!

Benar, pastinya tidak menyenangkan melihat suami kira hobi marah-marah. Masalah kecil saja bisa jadi bahan omelan.
Akan tetapi, bila Bunda turuti emosi Bunda dengan ikut marah, situasi justru makin runyam dan masalah tidak akan selesai.

Karena itu, Bunda bisa lakukan beberapa tips berikut ini.

Lakukan Olah Nafas

Tenangkan diri Bunda dengan mengambil nafas dan menghembuskannya perlahan secara teratur.
Daripada meladeni kemarahan suami, lebih baik Bunda fokus saja untuk mengelola emosi Bunda sendiri agar tetap tenang.
Dengan tidak terpancing emosi, setidaknya Bunda sudah membantu mencegah pertengkaran dan api kemarahan yang lebih besar.

Menjauh Sebentar

Bila Bunda masih kesulitan untuk tenang di dekat suami, Bunda bisa menjauh sebentar.
Bunda bisa pamit ke toilet sebentar, atau bilang bahwa Bunda sedang ada keperluan sebentar.
Setelah Bunda berhasil menjauh dan menghindar dari suami, tenangkan diri Bunda dan tata emosi.
Ketika Bunda sudah merasa lebih nyaman dan rileks, Bunda bisa kembali menemuinya lagi.

Posisikan Diri di Samping Suami

Jangan berhadap-hadapan dengan suami, karena itu menyiratkan “perlawanan” Bunda secara tidak sadar.
Ambil posisi di sebelahnya, tak peduli dalam kondisi berdiri atau pun duduk.
Dengan demikian, secara bawah sadar, suami akan merasa bahwa Bunda “ada di pihaknya”.
Ini dapat memperkecil peluang membesarnya konflik.

Berikan Sentuhan Lembut di Punggung Suami

Sentuhan lembut di punggung atau pundak suami beberapa kali dapat membantu otaknya mengeluarkan hormon-hormon penenang seperti dopamin, endorfin, dan serotonin.
Dengan begitu, dia akan lebih terbantu untuk menurunkan kemarahannya pada Bunda.
Berikan sentuhan setidaknya sebanyak 4 kali di pundak, punggung, atau bahunya.

Alihkan Kemarahannya

Bila suami dalam kondisi berdiri, ajak dia untuk duduk.
Kemudian, alihkan amarahnya semisal dengan menyuguhi makanan atau minuman untuk suami.
Atau, Bunda juga bisa mengalihkan bahan pembicaraan ke yang lebih ringan, seperti acara TV, konten medsos, aktivitas anak-anak, dan sebagainya.

Itulah tadi beberapa cara menyikapi suami pemarah yang bisa Bunda praktikkan di rumah.
Bila semisal Bunda merasa kesulitan menjalankannya, mungkin karena faktor lain, semisal aura suami saat ini masih suram dan perlu dibersihkan, silakan konsultasikan dengan Bunda Ayu Puspita melalui WA di nomor +62 811-2787-915.

Semoga bermanfaat, sampai jumpa di artikel berikutnya.

BACA JUGA:

WhatsApp Konsultasi via WhatsApp