Syarat Mengajukan Gugatan Cerai Bagi Istri, Penuhi Dulu 6 Hal Ini!

Syarat Mengajukan Gugatan Cerai Bagi Istri, Penuhi Dulu 6 Hal Ini!

Bagi seorang istri yang ingin mengajukan cerai terhadap suaminya, ada beberapa syarat mengajukan gugatan cerai di pengadilan agama yang harus dipenuhi.

Artinya, seorang istri tidak bisa secara sembarangan menggugat cerai suaminya tanpa alasan yang jelas.

Sebagai jalan keluar terakhir, perceraian yang diputuskan harus memiliki dasar yang kuat sebagaimana yang diatur menurut Islam dan tercantum dalam pasal 39 ayat 2 UU Perkawinan.

Berikut ini adalah beberapa syarat mengajukan gugatan cerai yang harus dipenuhi seorang istri bila ingin meminta cerai suaminya.

1. Suami Melakukan Tindakan Amoral

Istri boleh menggugat cerai suami jika suami melakukan tindakan amoral seperti perzinaan, mabuk-mabukan, madat, suka berjudi, dan lain sebagainya.

Istri sudah berusaha menasihati dan memperingatkannya berkali-kali, tapi suami tidak mau berhenti.

Bila sudah demikian, seorang istri berhak melakukan gugatan cerai ke pengadilan agama dengan alasan suaminya memiliki kebiasaan amoral yang sukar disembuhkan.

2. Suami Meninggalkan Istri Selama 2 Tahun

Syarat kedua seorang istri boleh menuntut cerai suami adalah ketika si suami sudah meninggalkan istrinya selama 2 tahun berturut-turut tanpa alasan atau keperluan yang jelas.

Atau, bisa juga ketika suami telah meninggalkan istrinya selama 2 tahun berturut-turut tanpa kabar.

Hal ini juga menjadi kesepakatan jumhur ulama yang membolehkan istri mengesahkan status jandanya setelah suaminya pergi tanpa kabar setidaknya selama 2 tahun.

3. Suami Dihukum Penjara Minimal 5 Tahun

Bila suami telah mendapatkan hukuman penjara selama 5 tahun atau lebih, artinya ia telah melakukan tindakan kriminal yang berat.

Dengan alasan tersebut, istri punya hak untuk melepaskan diri dari ikatan pernikahan dengan suaminya.

Syaratnya, hukuman ini diperolehnya ketika sudah menikah.


BACA JUGA:


4. Suami Melakukan KDRT

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga merupakan salah satu hal yang memungkinkan istri menggugat cerai suaminya.

Bagaimanapun, tindakan KDRT adalah tindakan yang menyakiti dan menganiaya, yang merugikan istri secara fisik maupun psikis.

Demikian beratnya kerugian yang ditimbulkan oleh tindakan ini sehingga istri punya hak untuk menguggat cerai suaminya di pengadilan agama.

5. Suami Memiliki Cacat atau Penyakit yang Membuatnya TIdak Mampu Menjalankan Kewajiban

Apabila suami memiliki cacat fisik atau penyakit tertentu sehingga dia tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai suami, maka istri diperbolehkan menggugat cerai.

Kehidupan rumah tangga memang menuntut kemampuan masing-masing pasangan untuk menjalankan kewajiban suami istri.

Bila kondisi fisik suami tidak memungkinkan untuk itu, istri boleh meminta cerai kepada suaminya setelah segala usaha dilakukan untuk mengatasi penyakit suaminya.

6. Suami Istri Sering Terlibat Pertengkaran Berat yang Sulit Didamaikan

Alasan terakhir seorang istri boleh menggugat cerai suaminya adalah jika kedua belah pihak, suami istri, selalu berselisih, cekcok, dan bertengkar hebat, jauh dari keharmonisan.

Ketika suami istri sudah berusaha mencari jalan untuk berdamai namun berkali-kali tidak berhasil, maka langkah perceraian diperbolehkan untuk diambil.

Ini untuk menghindarkan suami istri dari perbuatan zalim yang mungkin dilakukan bila mereka terus bersama.

Itulah 6 alasan yang memungkinkan istri menggugat cerai suaminya di pengadilan. Semoga bermanfaat.

WhatsApp Konsultasi via WhatsApp